Rabu, 24 April 2013

India Terbuka Superseries: Taufik Terkejut Dapat Dukungan Penonton India



NEW DELHI, fansbulutangkis.blogspot.com — Karisma Taufik Hidayat mampu menghipnotis para penonton di Siri Fort Indoor Stadium New Delhi. Taufik, yang di babak pertama India Terbuka Super Series 2013 bertanding melawan pemain tuan rumah, Kashyap Parupalli, ternyata justru mendapat dukungan dari penonton.

Para penonton bertepuk tangan dan meneriakkan nama Taufik setiap ia berhasil meraih poin. Bahkan, ada di antaranya yang membawa spanduk besar bertuliskan namanya. Taufik memastikan diri lolos ke babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini setelah menaklukkan Kashyap dengan skor 13-21, 23-21, dan 21-18, Rabu (24/4/2013).

"Saya kaget sekaligus senang mendapat dukungan dari penonton di India, padahal saya sedang melawan pemain andalan mereka. Sempat berpikir juga 'hey, ini kan di India, bukan di Indonesia'. Namun, saya berterima kasih sudah didukung, saya senang bermain di India, penontonnya ramai," kata Taufik sambil tersenyum, seperti dikutip dari situs resmi PB PBSI.

Meskipun sudah melewati masa-masa kejayaannya, kehadiran Taufik yang merupakan juara dunia 2005 ini memang masih ditunggu pencinta bulu tangkis di seluruh dunia. Permainannya yang khas dengan backhand andalan selalu bisa dinikmati dan mengundang riuh tepuk tangan penonton.

India Terbuka Super Series dan Djarum Indonesia Terbuka Super Series Premier 2013 menjadi dua turnamen terakhir yang akan menutup karier Taufik di dunia bulu tangkis. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini mengatakan akan pensiun pada bulan Juni mendatang.

"Setelah dari sini, Indonesia Open akan menjadi turnamen terakhir saya," ujar Taufik.

Jumat, 19 April 2013

Ketum PBSI: Dua Tahun lagi Indonesia Bisa Saingi China



Jakarta - Prestasi Indonesia di ajang bulutangkis saat ini boleh dibilang mulai bangkit. Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan, berujar bahwa Indonesia bisa mengejar China dalam kurun waktu dua tahun.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil mempertahankan gelar All England tahun ini. Prestasi itu diikuti oleh tiga rekannya yang berlaga di kompetisi Australia GP Gold dan New Zealand GP pada bulan ini.

Tiga pebulutangkis Indonesia berhasil membawa pulang tiga gelar juara saat bertanding di Australia. Angga Pratama/Ryan Agung Saputra berhasil menyabet gelar juara ganda putra, Aprilsasi Putri Lejarsar Variella/Vita Marissa menjadi yang terbaik di ganda putri, dan Irfan Fadhilah/Weni Anggraini keluar sebagai kampiun di ganda campuran.

Sementara di ajang New Zealand GP, pasanganAngga/­Ryan kembali berprestasi dengan menyabet titel juara di nomor ganda putra, yang dilengkapi oleh Praveen Jordan/Vita Marissa yang menjadi terbaik di nomor ganda campuran.

Atas beberapa kesuksesan itu, Gita mengungkapkan bahwa beberapa perubahan yang dibuatnya dalam tubuh PBSI sudah mulai membuahkan hasil.

"Sudah terlihat perubahan dalam tubuh PBSI. Dalam satu atau dua tahun ke depan akan terlihat perkembangannny­a," jelas Gita dalam perbincangan di kantor detikCom, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2013) sore WIB.

"Satu perubahan yang saya lihat adalah ketika melakukan blusukan (ke pelatnas Cipayung) jam tujuh pagi, mereka sudah tampak giat berlatih," tambah pria yang kini memangku jabatan Menteri Perdagangan di kabinet Indonesia Bersatu II itu.

Tren positif itu membuat Gita yakin Indonesia bakal segera mengejar ketertinggalan dari China. Dia pun juga sudah menentukan target pebulutangkis bisa menjadi saingan pemain-pemain negeri 'tirai bambu' itu.

"Dalam dua tahun kedepan Indonesia bakal mampu menyaingi (prestasi) China," ujar Gita optimistis.

Rabu, 17 April 2013

.Teknologi "Mata Elang" Diuji Coba di Piala Sudirman



fansbulutangkis.blogspot.com/ — Persoalan ketidakpastian apakah bola masuk atau tidak saat terlihat menyentuh garis tampaknya akan segera teratasi. Pasalnya, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) segera menggunakan teknologi mata elang untuk melihat kembali kejadian itu, yang akan diuji coba saat perhelatan Piala Sudirman bulan depan di Malaysia.

Dewan BWF telah memutuskan bahwa teknologi tersebut akan dipakai di Indonesia Terbuka Superseries Premier bulan Juni mendatang. "Kami masih dalam tahap percobaan sehingga kami kemungkinan besar tak akan menerapkan teknologi instant-review di semua turnamen sekarang," ujar Deputi Presiden BWF, Paisan Rangsikitpho, Rabu (17/4/2013), melalui situs resmi BWF, www.bwfbadminton.org.
"Kami pastikan para pemain akan menyambut kabar ini karena BWF terus berupaya untuk melakukan inovasi dan memajukan bulutangkis," kata Rangsikitpho, yang juga mengepalai Komite Event BWF.

Dengan demikian, bulutangkis bergabung dengan olahraga lainnya seperti tenis dan kriket, yang sudah mengadopsi sistem yang memungkinkan pemain untuk mengajukan instan-review.

Ketua Komisi Atlet, Emma Mason, memuji berita itu. Menurutnya, itu merupakan perkembangan penting bagi pemain dan untuk bulutangkis secara keseluruhan.

"Dimasukkannya teknologi modern membawa bulutangkis sejalan dengan olahraga terkemuka ... yang sudah menggunakan atau menerapkan sistem semacam ini," ujar mantan pemain internasional Skotlandia itu.

Teknologi tersebut secara luas sudah digunakan dalam olahraga tenis tingkat atas. Petinggi olahraga sepak bola akhir-akhir ini setuju untuk mengadopsinya. Teknologi mata elang sudah populer di kriket, tetapi belum wajib di semua format.

Kido Akui Kalah Cepat

JAKARTA, fansbulutangkis.com - Indonesia tidak menyisakan perwakilan ganda putra setelah pasangan Markis Kido-Alvent Yulianto dan Yonathan Suryatama-Hendra Aprida tersingkir pada babak pertama Asia Championships 2013 di Taiwan.
   
Kido-Alvent takluk dari pasangan unggulan kedelapan Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu setelah berjuang tiga gim dengan skor 8-21, 23-21, 11-21.   
  
"Pasangan Jepang ini permainannya cepat sekali, kami kesulitan di sini. Padahal kami sudah bisa merebut game kedua, tapi sayangnya game ketiga kami kalah cepat," kata Kido seperti dikutip dari rilis PBSI, Rabu.
  
Kido-Alvent tidak bermain pada penampilan terbaiknya. Mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sebaliknya, Hashimoto-Hirata justru tampil dengan pertahanan yang tangguh, beberapa kali smash keras yang dilancarkan Kido tak mampu menembus pertahanan pasangan Jepang ini.
  
Selanjutnya, Yonathan Suryatama-Hendra Aprida juga tak mampu melanjutkan langkah mereka setelah dijegal oleh ganda putra Thailand, Maneepong Jongjit-Nipitphon Puangpuapech.
   
Yonathan-Hendra, yang di atas kertas masih di atas pasangan peringkat 112 itu kecolongan di game kedua 13-21 setelah sempat unggul pada game pertama 21-16. Kemudian, pada game penentuan, pasangan peringkat 20 dunia itu ketinggalan 11-21 atas Jongjit-Puangpuapech.

(Badminton Asia Championships) Bellaetrix Lolos, Desi Paksa Wang Yihan Bermain "Rubber Game"



JAKARTA, http://fansbulutangkis.blogspot.com/ - Bellaetrix Manuputi meraih tiket babak kedua turnamen Badminton Asia Championships di Taiwan. Pada babak pertama, Rabu (17/4/2013), Bellaetrix menang dua game langsung 21-11, 21-13 atas pemain tuan rumah, Cheng Shao Chieh.

Namun di babak kedua nanti, Kamis (18/4), Bellaetrix bakal menghadapi lawan sangat berat, yaitu unggulan keempat Ratchanok Intanon. Pemain Thailand ini lolos setelah menang 22-20, 21-15 atas pemain Malaysia, Tee Jing Yi. Ini akan menjadi pertemuan pertama Bellaetrix dengan pemain muda Thailand tersebut.

Di partai lain, Desi Hera sempat membuat kejutan ketika melawan pemain China, Wang Yihan, karena berhasil menang 21-17 di game pertama. Sayang, Desi tak bisa mempertahankan momentumnya, karena di dua game selanjutnya unggulan kedua tersebut membalikkan situasi untuk menang 21-16, 21-15.

Dalam duel berdurasi 49 menit itu, Desi tampil mengesankan di game pertama. Sempat tertinggal 9-11 di awal, Desi bisa mengunci mantan pemain nomor satu dunia itu di angka tersebut untuk menyamakannya menjadi 11-11. Kemudian, Desi berbalik unggul 14-12, dan meskipun sempat disamakan menjadi 15-15, Desi kembali menjauh hingga akhirnya menang 21-17.

Di game kedua, Wang Yihan bermain lebih agresif sehingga sempat unggul jauh 12-8. Meskipun demikian, Desi bisa mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 13-13. Sayang, setelah itu Desi tak bisa membendung lagi pemain China tersebut, yang meraih empat poin secara beruntun untuk unggul 17-13, sebelum menang 21-16.

Pada game penentuan, Wang Yihan tak terbendung lagi. Selepas skor 1-1, dia tak pernah bisa dikejar lagi oleh Desi. Meskipun sempat mempertipis ketertinggalan menjadi 8-10, Desi akhirnya harus mengakui ketangguhan lawan, yang menjauh lagi hingga akhirnya menang 21-15, dan memastikan diri maju ke babak kedua untuk bertemu pemain Thailand, Nichaon Jindapon.

Indonesia masih memiliki satu tunggal putri yang sedang bertarung, yaitu Maria Febe Kusumastuti. Pemain Pelatnas ini menghadapi pemain Thailand, Sapsiree Taerattanachai.

(Badminton Asia Championships) Aprillia Yuswandari Dijegal Pemain Thailand



JAKARTA, http://fansbulutangkis.blogspot.com/ - Tunggal putri Indonesia, Aprillia Yuswandari, langsung tersingkir di babak pertama turnamen Badminton Asia Championships 2013 di Taiwan, Rabu (17/4/2013). Setelah berjuang keras selama 59 menit, Aprillia akhirnya menyerah 10-21, 21-8, 22-24 dari pemain Thailand, Busanan Ongbumrungpan, yang selanjutnya bertemu unggulan ketujuh dari Jepang, Eriko Hirose.

Dengan demikian, Indonesia berharap kepada tiga tunggal putri lainnya agar bisa membuat kejutan untuk lolos ke babak kedua. Maria Febe Kusumastuti, Belaetrix Manuputi dan Hera Desi baru akan bermain melawan musuh yang sangat tangguh.

Hera Desi langsung menghadapi unggulan kedua dari China, Wang Yihan. Perlu usaha ekstra keras dari Hera Desi supaya bisa meruntuhkan tembok China itu. Sedangkan Belaetrix bertemu pemain tuan rumah, Cheng Shao Chieh, dan Maria Febe menghadapi pemain Thailand, Sapsiree Taerattanachai.

Dari sektor ganda putra, pasangan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, langsung tersingkir setelah kalah 21-16, 13-21, 11-21 dari pasangan Thailand, Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech. Sedangkan ganda campuran Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika lolos setelah menang 21-18, 22-20 atas pasangan Taiwan, Lu Ching Yao/Lai Chia Wen.

Lin Dan Tampil Kembali

TAIPEI,http://fansbulutangkis.blogspot.com/  - Pebulutangkis legendaris China, Lin Dan mencatat kemenangan setelah tampil kembali sejak meraih medali emas Olimpiade London, Agustus lalu.

Lin Dan berhasil mengalahkan pemain Vietnam, Tuan Duc Do di babak pertama  kejuaraan bulu tangkis Asia di Taipei, Taiwan, Rabu (17/4). Ia menang dua game 21-12, 21-6.

Pemain berusia 29 tahun  ini absen sejak mengalahkan Lee Chong Wei di final Olimpiade dan kemudian melangsungkan resepsi pernikahan dengan Xie Xingfang. Ia hanya sempat tampil dalam pertandingan eksebisi untuk perpisahan Peter Hoeg Gade di Kopenhagen pada Desember.

Saat ini peringkat Lin Dan merosot hingga peringkat 40.  Di babak kedua ia akan menghadapi lawan cukup berat, Hu Yun. Pemain asal Hong Kong ini merupakan semifinalis Swiss Terbuka bulan lalu.

(Badminton Asia Championships 2013) Kido/Alvent Langsung Tersingkir

AOYUAN,http://fansbulutangkis.blogspot.com/ — Ganda putra senior Markis Kido/Alvent Yulianto langsung tersingkir setelah kalah pada babak pertama Badminton Asia Championships 2013, Rabu (17/4/2013).

Kido/Alvent tersingkir setelah dikalahkan unggulan ke-8 asal Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata, dalam rubber game 8-21, 23-21, 11-21.

Kekalahan juga dialami ganda campuran Edi Subaktiar/Gloria Emmanuelle Widjaja. Pasangan ini disingkirkan ganda asal Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, juga dalam rubber game, 20-22, 21-14, 12-21.

Namun, dua tunggal putra lolos ke babak kedua. Shesar Hiren Rhustavito maju dengan menyingkirkan  Lou Hok Man 21-9, 21-6. Sementara Mahbub Thomi Azizan menyingkirkan Jason Lo King Ching 21-8, 21-8.

(Badminton Asia Championships) Fran/Shendy Melangkah ke Babak Kedua


AOYUAN,fansbulutangkis.blogspot.com/  - Indonesia sementara mengirimkan satu pasangan ganda campuran ke babak kedua Badminton Asia Championships 2013 lewat Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati. Pasangan unggulan kelima ini menundukkan Chan Yun Lung/Tse Ying Tsuet dari Hongkong dengan skor 18-21, 23-21, 21-17, Rabu (17/4/2013).

"Di awal permainan kami terus tertinggal karena kaget dengan permainan mereka, ini adalah pertemuan pertama. Pasangan ini juga sedang meningkat percaya dirinya karena baru menjuarai Vietnam Open International Challenge 2013. Selain itu angin di lapangan juga cukup kencang, jadi kami harus cari akal supaya bisa mengatasi hal ini," kata Shendy soal pertandingannya, seperti dikutip dari situs resmi PB PBSI.

Sayangnya pasangan baru Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melaju ke babak kedua setelah dihentikan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dari Korea, 20-22, 21-14, 12-21.

"Kuncinya di game ketiga, pasangan Korea ini lebih banyak menekan dan menyerang. Sementara kami sendiri masih banyak salah perhitungan, bola yang seharusnya diambil malah tidak diambil dan sebaliknya," ujar Gloria yang dijumpai setelah pertandingannya.

Ini adalah turnamen kedua Edi/Gloria sejak dipasangkan pada Januari lalu. Sebelumnya Edi/Gloria juga berlaga di Vietnam International Challenge 2013. Edi sebelumnya berpasangan dengan Melati Daeva Octavianti dan berhasil menjadi Juara Dunia Junior 2012, sementara Gloria bersama Alfian Eko Prasetyo dan mereka juga merupakan pasangan Juara Dunia Junior pada tahun 2011.

"Pada turnamen kedua ini, permainan kami semakin membaik, kami makin mengerti karakter masing-masing," ujar Edi.

Selasa, 16 April 2013

(Badminton Asia Championships)Ahsan/Hendra Mundur dari Kejuaraan Asia

JAKARTA, fansbadminton.com
- Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengundurkan diri dari ajang Grand Prix Gold Badminton Asia Championships 2013 yang berlangsung pada 16-21 April di Taiwan. Pasalnya, Ahsan masih cedera pinggang.

Otot pinggang Ahsan tertarik saat tengah berlaga menghadapi Bao Chun Lai/Zheng Bo pada turnamen Axiata Cup 2013 di Stadion Badminton Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4/2013).

"Ahsan masih sakit pinggang. Saat ini dia masih masa penyembuhan," kata pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngardi, saat dihubungi Antara, Selasa (16/4).

Herry menambahkan Ahsan/Hendra yang saat ini mengejar peringkat setinggi mungkin demi mengamankan posisi mereka menjelang Kejuaraan Dunia, akan melanjutkan laga mereka di India Terbuka (23-28 April) mendatang.

Untuk meraih tiket turnamen yang berlangsung Agustus mendatang, pemain minimal harus duduk pada peringkat 20 dunia. Agar tidak perlu melalui tahap kualifikasi Ahsan/Hendra harus meningkatkan peringkat mereka.

"Targetnya nanti mereka tambah poin untuk naikkan peringkat," tambah Herry.

Saat ini, Ahsan/Hendra yang dipasangkan usai Olimpiade London 2012 itu telah mencapai ranking 14 dunia. Peringkat mereka meroket dari peringkat di bawah 50 dunia.

Mereka berhasil meraih gelar perdana Malaysia Terbuka Superseries 2013 dan menembus semifinal pada turnamen keenam mereka di All England 2013.

Keduanya diunggulkan untuk bisa merebut gelar di Kejuaraan Dunia 2013 selain pasangan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra.

Kejuaraan Dunia menjadi salah satu target utama PBSI selain All England, Piala Sudirman, dan SEA Games.

LILIYANA NATSIR DI UNDANG KE ACARA HITAM PUTIH

Via @LOVITET

Fansbadminton.com-Liliyana NATSIR Kabarnya Tadi Pukul 20.30 Wib Tapping Acara Hitam Putih Spc. "KARTINI". Karena Temanya Ttg Kartini, Otomatis Ia Tidak Didampingi Oleh Tontowi AHMAD, Emangnya Owi Cowok Apaan :p

Kabar Ini Masih dicari Kebenarannya. Akun @beeldotcom Pun Memberi Info Bahwa Akan Tayang Pada Hari, Senin (22 April 2013).